Ramalan presiden capres 2019 yang menang. Ramalan tentang siapa yang akan menang dalam pemilihan presiden 2019 apakah prabowo atau jokowi , prabowo menang jokowi kalah atau prabowo kalah jokowi menang.Ramalan tentang siapa yang akan menang dalam pemilihan presiden 2019 apakah prabowo atau jokowi , prabowo menang jokowi kalah atau prabowo kalah jokowi menang

Direktur Media dan Komunikasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo menjelaskan Prabowo tidak mengatakan Indonesia “bakal” bubar 2030 mendatang, tetapi “bisa” bubar.”Mohon maaf, tapi pihak lawan kemudian pelintir soal omongan itu,” jelasnya saat mengunjungi Kantor Tribun di Jakarta, Kamis (18/10).

Hashim menjelaskan, Prabowo sempat meramalkan hal itu ketika berada di Timor Leste pada 1990. Pada saat masih menjadi perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel Angkatan Darat tahun 1989, Prabowo pernah menuliskan catatan singkat (memo) kepada atasannya mengenai Timor-Timur yang kini bernama Timor Leste yang tengah dalam kondisi gawat.

Menurut Prabowo, bila masalah tersebut tidak diselesaikan, maka bendera Merah Putih bisa diturunkan. “Ternyata 9 tahun kemudian apa yang diramalkan Prabowo terjadi. Ini sejarah yang sangat penting. Oleh karena itu harus ada perbaikan kondisi di Indonesia,” ujarnya.

Ramalan presiden capres 2019 yang menang. Ramalan tentang siapa yang akan menang dalam pemilihan presiden 2019 apakah prabowo atau jokowi , prabowo menang jokowi kalah atau prabowo kalah jokowi menang.Ramalan tentang siapa yang akan menang dalam pemilihan presiden 2019 apakah prabowo atau jokowi , prabowo menang jokowi kalah atau prabowo kalah jokowi menang

Alasannya jelas, lanjut Hashim, apabila disparitas atau kesenjangan sosial semakin tinggi maka persatuan dan kesatuan bisa pudar.Oleh karenanya, Prabowo sempat menyinggung Indonesia bisa bubar pada 2030. “Prabowo mengatakan bila kondisi-kondisi tertentu tidak diperbaiki maka Indonesia bisa bubar seperti Soviet dan lainnya,” kata Hashim.

Prabowo merujuk pada studi kasus negara Uni Soviet dan Yugoslavia, karena Soviet dianggap sebagai negara yang memiliki 300 juta penduduk serta kekuatan militer yang mumpuni bisa pecah menjadi 15 negara.Sedangkan Yugoslavia bisa pecah menjadi 7 negara. Tidak lain, penyebabnya karena masalah ekonomi dan kebudayaan kedua negara. “Kedua negara tersebut pecah karena masalah ekonomi dan kebudayaan,” katanya.

Ramalan presiden capres 2019 yang menang. Ramalan tentang siapa yang akan menang dalam pemilihan presiden 2019 apakah prabowo atau jokowi , prabowo menang jokowi kalah atau prabowo kalah jokowi menang.Ramalan tentang siapa yang akan menang dalam pemilihan presiden 2019 apakah prabowo atau jokowi , prabowo menang jokowi kalah atau prabowo kalah jokowi menang

Terlebih, Prabow yang juga Ketua Umum Gerindra itu memberi perhatian khusus pada masalah keadilan sosial di Indonesia. Prabowo berpandangan, bila masalah keadilan sosial tidak teratasi, maka akan mengancam persatuan dan kesatuan Indonesia.Calon Presiden nomor urut 02, lanjut Hashim, juga berpendapat sila ketiga Pancasila, ‘Persatuan Indonesia’ akan terancam, kalau sila Kelima, ‘keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’ tidak ditegakkan.

“Sila kelima, ‘keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’, itulah yang mau kita tegakkan sejak tahun 2009,” ujar adik Prabowo ini.Terhadap hal itulah, menurutnya, dia dan Prabowo merasa terpanggil untuk terjun ke dunia politik. Ya, terpanggil untuk mewujudkan ‘Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’.

“Menurut kami, menurut saya. Yang sering terlupakan sila kelima. Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan sosial, itu karena kita tidak merasa adil situasinya,” tutur Hashim.”Kalau kita bicara sila ke lima orang bengong. Menurut Prabowo, kalau sila kelima tidak ditegakkan, sila ketiga terancam. Dan saya sependapat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hashim juga mejawab tudingan bahwa pihak Prabowo ingin membuat Khilafah. Dia tegaskan, tudingan tersebut tidaklah benar.”Kami tidak ingin membuat Khilafah, ini tudingan, konyol, dangkal, itu hoaks. Selama dua tahun kami jadi korban haoks soal khilafah,” tegas Hashim.

Dia ingatkan, bahwa Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk dalam keyakinan agama.”Kami sejak satu tahun, dua tahun ini sering dianggap anti Pancasila, mau bentuk khilafah. Saya terbuka saja, saya Kristen Protestan saya sering ke gereja. Pak Budi (wakil direktur BPN) katolik, dan ada yang Hindu,” jelasnya.Hashim menduga isu yang menyebut pihaknya merupakan anti-Pancasila dan khilafah, dilontarkan dari kubu lawan di Pemilu Presiden 2019.

Ramalan presiden capres 2019 yang menang. Ramalan tentang siapa yang akan menang dalam pemilihan presiden 2019 apakah prabowo atau jokowi , prabowo menang jokowi kalah atau prabowo kalah jokowi menang.Ramalan tentang siapa yang akan menang dalam pemilihan presiden 2019 apakah prabowo atau jokowi , prabowo menang jokowi kalah atau prabowo kalah jokowi menang